Blog saya memang bisa dibilang blog campuran. Isinya kadang bisa mendidik, menghibur, atau kadang juga bisa membuat kalian ikutan berfikir dengan serangkaian masalah problematika manusia yang kadang ada solusinya kadang tidak. 😂😃
Kali ini, saya mau share mengenai hal yang bisa jadi, anda pun pernah merasakannya.
Pernahkah kalian semua bertemu dengan teman sekolah kalian yang dulunya pernah suka sama kalian, tapi kalian tolak, dan sekarang ketika kita sudah di usia kerja, dia bermetamorfosis menjadi pribadi yang absolutely charming and is impossible to ignore?
Beberapa bulan yang lalu, teman kerja saya menyapa saya melalui Facebook. Dengan segala basa basi yang ada, tiba-tiba dia berkata. "Kamu teman sekolah si A ya?" Sontak saya jawab iya.
Di otak pun timbul rasa ingin tahu seperti apa kah si A saat ini. Saya pun KEPO in IG dan FB nya. Ketika melihat semua kegiatan nya, mulai dari bernyanyi dan segala kegiatan keTuhanan yang dilakukannya, saya hanya terdiam.
Memang ketika kami masih di bangku SMP, saya sering mendengar dia jatuh cinta sama saya. Tapi, namanya anak kecil yang polos, saya tolak dia mentah mentah. Bahkan kemungkinan, saya pernah bertindak kasar saat itu. 😆 Saya tidak begitu ingat jelasnya. Mungkin saya pernah buat dia sakit hati.
Okay. Balik lagi ke cerita KEPO. Jadi, dalam diam, saya agak menyesal. "Orang yang takut akan Tuhan sekeren ini, kamu tolak Stef? Bego ah!" Saya berkata seperti itu pada diri saya.
Ya.. Mungkin buat anda yang sudah berumur 22 tahun dan sedang menunggu kekasih hati, hal ini pun bisa terjadi. Apalagi, saat orang tua anda kerap kali menanyakan siapa kekasih anda? Kapan menikah? Jangan tua tua. 😤😥
Hal itu sangat melelahkan.
Dan dalam penantian itu, seringkali hati akan berharap bahwa pria yang ciri ciri nya sesuai dengan apa yang anda mau adalah sang Pangeran yang selama ini anda tunggu.
Dalam perenungan saya, saya pun mengamati wajahnya. Tidak tahu mengapa, jantung saya mulai berdebar seperti orang yang sedang jatuh cinta. Saya mulai tertarik dengannya.
Hal ini memang konyol. Setelah penyelidikan saya di sosial medianya saat itu, saya kerap kali bermimpi tentang dia.
Keadaan mulai berbalik. Saat ini saya yang jatuh cinta padanya. Namun bedanya adalah, saya jatuh cinta dalam diam. Saya tahu, dia tak mungkin memikirkan saya. Siapa saya? Apalagi dulu, mungkin saya pernah menyakiti nya.
Ini sebuah dilema dan irony kehidupan.
Saya belajar bahwa roda itu selalu berputar. Mungkin juga ini yang disebut karma.
Saat ini, saya sedang mencoba menghapus perasaan saya ini.
Yah, memang. Cinta itu unik. Datang tiba tiba dan seringkali menyiksa.
Seringkali pun saya tersenyum sendiri. Mengap hanya dengan melihat kegiatan yang dilakukannya, bisa membuat saya jatuh cinta?
Sungguh aneh ya. Tapi apapun itu, saya lega sekarang. Saya sudah mengakui nya walau hanya berupa tulisan saja.
Tetap Semangat buat kita semua yang sedang menunggu si cinta. 💪
God bless you.
