1 April 2015 ini , aku baru aja lulus dari salah satu Universitas swasta di Kota Semarang. Puji Tuhan, aku lulus dengan meninggalkan sebuah sejarah baru di sini. Jujur saja, aku nggak pernah mengira bahwa aku bisa menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3.93 dan lulus dengan waktu 3.5 tahun. Nggak nyangka nya sih karena kakakku juga ber-IP sama. Aku pikir, dia yang akan dinobatkan, tapi ternyata kami berdua mewakili program sarjana sebagai Lulusan terbaik. Yah, nggak bisa dipungkiri sih, ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri.
Senyum yang lebar pun aku lihat terlukis jelas di wajah kedua orang tuaku ketika mereka di minta untuk maju ke depan. Rasa syukur yang teramat dalam terlihat dipanjatkan ke surga tiada henti.
Kami sekeluarga memang benar-benar menyadari bahwa anugerah-Nya begitu besar buat kami. Namun, yang harus orang-orang mengerti adalah bukan hasilnya tapi prosesnya.
Sedikit cerita, dahulu sebelum aku memutuskan untuk masuk ke universitas ini, aku sudah diterima di Universitas negeri ternama di Kota Semarang. Waktu itu , aku diterima di jurusan Kesehatan Masyarakat. Saat itu, aku dihadapkan dengan dua pilihan yang menurutku cukup berat untuk diputuskan. Banyak orang berkata bahwa masuk universitas negeri itu lebih keren. Namun, aku tidak begitu suka berkutat dengan masalah kesehatan dan teman-temannya. Sedangkan di universitas swasta ini, mendukung mimpi-mimpiku untuk berhubungan dengan dunia international karena jurusan yang aku pilih adalah Sastra Inggris.
Ketika sedang berada dalam situasi itu, akhirnya kami sekeluarga memutuskan untuk bersatu hati dan berdoa. Kami tanya kepada Tuhan melalui Bapak Rohani kami yang tinggal di Surabaya. Beliau pun ikut berdoa dengan kami. Sampai akhirnya Tuhan memberi pernyataan bahwa aku harus masuk ke universitas swasta tersebut. Kami sekeluarga memang terkenal sebagai keluarga yang radikal dalam masalah kekristenan, begitu juga dengan aku. Tanpa bertanya lagi, aku pun turut dengan pernyataan Tuhan. Tidak peduli apa yang akan orang bilang tentang keputusanku, namun aku hanya ingin taat.
Sampai akhirnya, saat ini Tuhan ingatkan aku kembali. Mungkin jika aku ikut apa yang orang banyak pikirkan, aku tidak akan pernah mendapatkan kehormatan dan kebanggaan seperti ini. Tuhan memang dahsyat. Memang pada awalnya, banyak orang mencibir aku. Mereka bilang, aku ini bodoh, melepaskan universitas negeri hanya karena "Taat" pada Tuhan. Tapi saat ini pun terlihat nyata, hasil dari sebuah ketaatan.
Inilah yang aku selalu pegang sekarang bahwa rencana Tuhan untuk anak-anakNya itu sungguh indah, asal kita mau taat dan senantiasa percaya kepadaNya. Amin.
Keep on believing! Our God is great!



